Guru SD, Membangun Karakter Anak Sejak Kecil
Ciracas, Jakarta Timur - Guru merupakan pekerjaan
yang mulia. Guru berperan seperti pengalaman yang harus kita pelajari. Seperti
kata pepatah “ Pengalaman adalah Guru Terbaik”. Suryani (42), salah satu guru
yang telah mengabdikan dirinya selama 24 tahun di SDN Rambutan 01 Pagi.
Keinginan sejak kecilnya lah yang mengantarkannya menjadi pengabdi negara
sampai saat ini.
Banyak sekali rintangan namun dengan kesungguhan hati,
beliau mampu menanganinya. “ Anak murid saya sudah banyak yang sukses, ada yang
jadi pengusaha, dokter, bahkan pilot.” ujarnya, Rabu (18/11). Suka duka yang
beliau alami dijadikan semangat dan motivasi untuk mengajarkan ilmu lebih
banyak lagi. “ sukanya ya kalau nilai anak bagus-bagus semua, terus kalau yang
ikut lomba agama menang.” lanjutnya.
Guru yang basicnya pengajar ilmu agama ini
memang mempunyai cita-cita menjadi guru semasa kecil. Sejak duduk di
bangku sekolah, beliau sengaja mengambil sekolah agama. Mulai dari MTS di
Yogyakarta sampai ke STAISA (Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Al-Ayyubi)
Jakarta untuk mengambil jenjang S1. Kerja keras dari Yogyakarta sampai ke
Jakarta itulah yang mengantarkannya sebagai guru yang disegani.
Keinginan yang kuat dari diri sendiri merupakan modal utama
seseorang mencari jati dirinya. Beliau mengatakan menjadi guru merupakan
kemauannya sendiri. Karena, menurut beliau jika kita mengikuti keinginan orang
tua pasti tidak akan sesuai dengan kemauan kita sebenarnya. Jadi, itu kembali
ke apa yang kita mau dari dalam diri kita.
Dalam mengajar siswa SD, guru dituntut untuk dapat
menguasai semua bidang studi bukan terkhusus pada satu keahlian saja. Guru SD
merupakan guru kelas bukan guru bidang studi. Karakter anak akan dibangun
selagi mereka mengenyam bangku sekolah dasar. Hal yang paling diingat murid
ketika masa kecil mungkin adalah masa SD, dimana saat itulah seorang anak masih
sangat mengidolakan gurunya. Berbeda dengan guru SMP/SMA yang setiap pergantian
pelajaran guru yang mengajar berbeda dengan sebelumnya. Jika hal tersebut
diterapkan di SD, ditakutkan dapat merangsang anak merasa takut jika bertemu
atau diajarkan oleh guru yang tidak mereka sukai. (adb)

5 komentar
Pekerjaan yang sangat mulia
REPLYPahlawan tanpa tanda jasa
REPLYyap! betul sekali^^ terimakasih sudah mampir^^
REPLYbetul banget tuh nyim^^ terima kasih sudah mampir!
REPLYhargai gurumu karena beliau, kalian bisa sukses
REPLY